Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Devil Beside Relationship

Gambar
☆Cerpen Kisah Rumah Tangga☆ Oleh : Yunia Haida "Hati-hatilah, sebab Dasim bersemayam di antara suami-istri yang lengah, membisikkan api pertengkaran hingga cinta suci berubah jadi kebencian. Dalam setiap rumah tangga, ada Dasim yang berusaha masuk lewat celah kealpaan. Maka doa dan kesabaran adalah benteng terkuat melawannya.” *** Di balik senyum hangat yang sering mereka pamerkan di media sosial, rumah tangga Hanisah dan Farhan menyimpan luka yang tak pernah selesai. Hanisah adalah seorang ibu rumah tangga yang tabah. Setiap hari ia bangun lebih awal, menyiapkan sarapan, memastikan rumah tetap rapi, mengasuh anak-anak dengan sabar.  Ia menunda mimpinya agar suaminya bisa fokus bekerja. Namun, semakin ia berkorban, semakin Farhan menjauh. Di meja makan, Hanisah sering menyapa, “Mas, sarapannya sudah siap.” Tapi Farhan hanya menjawab singkat tanpa menatap, “Ya.” Bukan karena Hanisah kurang cantik, bukan pula karena ia tak pandai mengurus rumah. Ada iblis kecil yang menyusup diam-di...

Menikah, Pendidikan, dan Peran Ibu Rumah Tangga

Gambar
Bagi sebagian orang, menikah seakan menjadi penghalang bagi wanita untuk meraih impiannya. Seolah pernikahan hanya akan menjadikan perempuan sebagai ibu rumah tangga, lengkap dengan cibiran tetangga yang kerap menjatuhkan semangat. Tak jarang muncul komentar pedas seperti:  “Siapa suruh nikah dulu, jadi nggak bisa kerja, nggak bisa lanjut kuliah, cuma jadi ibu rumah tangga padahal sudah sarjana.” Pertanyaannya, apakah salah jika seorang perempuan berpendidikan tinggi pada akhirnya memilih menjadi ibu rumah tangga penuh waktu? Menurut saya, sama sekali tidak. Masalahnya terletak pada cara kita memaknai pendidikan formal. Pendidikan tinggi kerap diidentikkan dengan karier elite dan jabatan prestisius. Padahal, kuliah adalah salah satu cara menuntut ilmu untuk menunjang tugas-tugas besar di masa depan bukan semata demi profesi, tetapi juga demi menjadi pribadi yang menginspirasi. Tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga mencetak hebatnya generasi. Menjadi ibu adalah amanah yang muli...

Ketika Dunia Tak Lagi Ramah: Refleksi tentang Kekerasan terhadap Perempuan dan Pentingnya Self Defense

Gambar
Setiap kali membuka berita, rasanya dunia semakin menyesakkan napas. Kisah perempuan yang menjadi korban kekerasan, pelecehan, pemerkosaan, hingga pembunuhan terus berdentang seperti alarm yang tak pernah berhenti. Sebagian kita hanya bisa mengelus dada, lalu bergumam, “Kasihan sekali… semoga pelakunya tertangkap.” Namun, di balik headline itu ada air mata keluarga yang tak terlihat, ada trauma yang tak tersentuh, dan ada rasa takut yang mengendap di hati perempuan lain, seolah dunia ini tak lagi aman untuk mereka. Kasus demi kasus terus terjadi, baik di jalanan sepi, di transportasi umum, bahkan di tempat yang seharusnya aman: rumah, kos, atau mess pekerjaan. Tragisnya, tak jarang pelaku justru adalah orang terdekat :pacar, teman, bahkan suami sendiri. Pertanyaannya, sampai kapan perempuan hanya menjadi korban? Apakah kita hanya akan berdoa dan berharap pada keadilan yang lambat datangnya? Atau sudah saatnya kita mengambil langkah melindungi diri sendiri? Mengapa Self Defense Sangat P...