☆Original Cerpen Karya Yunia Haida☆ Namaku Gino. Aku dilahirkan dengan bibir sumbing yang membuatku merasa berbeda sejak kecil. Setiap kali aku bercermin, aku melihat luka yang membuatku takut. Aku selalu menutupi mulutku saat tersenyum. Anak-anak lain seringkali mengejekku, membuat hatiku sakit. Di sekolah dasar, aku selalu duduk di bangku paling belakang. Aku takut maju ke depan kelas karena khawatir mereka akan mentertawakanku. Kadang, aku cuma bisa mendengarkan dari jauh, merunduk agar tak menarik perhatian. “Eh, Gino… bibirmu tuh kenapa sih?” tanya Dika, teman sekelasku, sambil menatap bibirku dengan jijik. Aku hanya diam, tak sanggup menjawab. “Lihat tuh, mulutnya bolong! Ih, serem banget,” seru Rani, sambil menutup hidungnya seolah-olah aku kotor. Aku menunduk, air mata menetes. Rasanya ingin sekali berlari pulang. *** Sepulang sekolah, aku menangis di pelukan ibuku. “Ibu… kenapa aku begini? Aku nggak mau ke sekolah lagi…” Ibuku mengusap kepalaku lembut. “Nak, kamu tahu? S...