Peluk Aku Saat Retak: Kisah Aku & Skizofrenia
Namaku 'Ummi'. Sejak kecil, dunia di kepalaku tidak pernah tenang. Ada suara-suara yang tak bisa didengar orang lain, bayangan yang menyelinap bahkan di siang bolong, dan perasaan takut yang datang tanpa sebab. Awalnya, semua orang menganggap aku hanya anak yang terlalu berimajinasi. Tapi semua berubah saat aku menginjak usia 15 tahun. Hari itu, aku berteriak di kelas. Suara itu yang selalu membisikkan hal-hal buruk menggila. Aku menutup telinga, menangis, dan lari keluar. Semua mata tertuju padaku. Dan itulah awal dari diagnosis yang mengubah hidupku: skizofrenia. Dunia runtuh. Teman menjauh, guru bersikap hati-hati, dan orang tuaku, mereka berusaha kuat, tapi aku tahu mereka takut. Aku jadi merasa seperti bom waktu. Bahkan diriku sendiri tak bisa kupercaya. Berbulan-bulan aku menjalani terapi, menelan pil-pil yang rasanya seperti pengingat bahwa aku berbeda. Namun satu hari, saat sedang dirawat di bangsal jiwa, aku bertemu 'Bu Fatma' seorang psikolog yang memperlakuka...