Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Pentingnya Mengenalkan Anak tentang Menjaga Diri dari Pelecehan Seksual Sejak Dini

Gambar
Sex Education: Pentingnya Mengenalkan Anak tentang Menjaga Diri dari Pelecehan Seksual Sejak Dini Saat memegang tangan mungil anak kita, pernahkah terlintas pertanyaan di benak: “Sejauh mana aku siap membekali mereka dengan nilai-nilai untuk menjaga diri dari bahaya di luar sana?” Sering kali, pembicaraan soal seksualitas dan tubuh dianggap tabu, bahkan di dalam rumah sendiri. Ada anggapan bahwa topik ini belum waktunya diajarkan pada anak-anak. Namun zaman terus berubah, dan kebutuhan itu bukan soal pilihan, tetapi soal kebutuhan yang tak dapat ditunda. Anak-anak tumbuh bersama teknologi, dengan akses informasi dari berbagai sudut yang belum tentu dapat dikontrol sepenuhnya oleh orang tua. Maka dari itu, memberi bekal sex education bukanlah soal memaksa anak tumbuh lebih cepat dari usianya, tetapi soal memberi mereka kekuatan, kesadaran, dan keberanian untuk menjaga tubuh dan martabat mereka sendiri. Mengapa Sex Education Itu Penting? Penelitian dan pengalaman dari para praktisi menun...

Pak Tani dan Ikan Ajaib

Gambar
 ☆Original Dongeng Oleh Yunia Haida☆ Di sebuah desa yang damai, hiduplah seorang petani tua yang biasa dipanggil Pak Tani. Setiap hari, Pak Tani bekerja keras mencangkul sawah dan menyiram tanaman.  Meski hidupnya sederhana, Pak Tani adalah orang yang jujur dan baik hati. Suatu siang, matahari bersinar terik. Pak Tani duduk di gubuk kecil di pinggir sungai untuk beristirahat.  Ia menatap air sungai yang tenang sambil melamun. "Andai saja aku punya sedikit uang lebih," gumamnya lirih. "Aku ingin memperbaiki rumah, membeli pupuk, dan membantu tetangga yang kekurangan." Tiba-tiba, "Plung!" terdengar suara cipratan air. Pak Tani terkejut dan menoleh. Seekor ikan berwarna emas muncul dari air, dan yang lebih mengejutkan lagi ikan itu bisa bicara! "Halo, Pak Tani!" kata si ikan sambil tersenyum. Pak Tani mengucek matanya. "A-apa aku sedang bermimpi?" "Bukan, Pak Tani. Aku ikan ajaib. Aku tahu engkau selalu bekerja keras dan tetap bersyuk...

Kata Pertama

Gambar
☆Original Cerpen Oleh Yunia Haida☆ Hujan turun pelan di sore hari saat Lela memandangi baju-baju bayi yang tersimpan rapi dalam lemari. Sudah hampir lima tahun usia pernikahannya dengan Dimas, dan belum juga ada tanda-tanda kehadiran buah hati. Padahal setiap tahun, setiap momen perayaan, yang mereka terima bukan ucapan selamat, melainkan pertanyaan menyakitkan. "Udah lima tahun, kok belum isi juga, Bu? Jangan-jangan kurang dirawat tuh suaminya." "Atau mandul?" Kalimat-kalimat itu bagai tusukan-tusukan halus yang menusuk dada. Setiap pulang dari arisan RT, mata Lela selalu sembab. Dan Dimas, sang suami, hanya bisa memeluknya dalam diam. Suatu malam, Lela menangis pelan di balik selimut. Dimas, yang merasakan tubuh istrinya gemetar, langsung memeluknya erat. "Mas... apa kita memang nggak pantas jadi orangtua?" tanya Lela lirih, suaranya nyaris hilang ditelan isak. "Bukan mereka yang menentukan kita punya anak atau tidak, Dek," ucap Dimas lembut, m...

Luka yang Mengantar Hijrah

Gambar
“ Kadang, mimpi yang tertunda bukan akhir dari segalanya. Allah hanya ingin menggantinya dengan sesuatu yang lebih indah, di waktu yang lebih tepat.” *** “Arsyifa kecil selalu ingin jadi model,” gumamnya sambil membenahi scarf pashmina berwarna pastel di depan cermin. Di rak-rak belakangnya, deretan baju rancangan sendiri tertata rapi. Busana muslimah modern dengan sentuhan vintage yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di Instagram. Tak ada yang menyangka, seorang gadis pendiam yang dulu selalu menunduk karena malu dengan kakinya, kini berdiri percaya diri di panggung modest fashion lokal. Namun tak semua orang tahu luka di balik senyuman itu. Luka yang bermula di halaman sekolah dasar, saat ia duduk di kelas lima. Hari itu, anak-anak sedang merayakan akhir semester. Ramai dan gaduh seperti biasanya. Cindy dan Meldy, dua anak paling usil di kelas, membawa beberapa batang mercon. “Hei Syif, mau lihat kembang api meledak di dekat kakimu?” ejek Cindy sambil tertawa. Sebelum Arsyifa s...