☆Autobiography Ayah ☆ “Dari Vespa Tua hingga Gelar Sarjana: Jejak Inspirasi dari Seorang Ayah” Saat ini, banyak yang berkata bahwa kerja memerlukan tiga modal: D3 : Duit, Dekeng (ordal), dan Doa. Saat itu, aku sempat berpikir, “Siapa aku? Duit dari mana? Dekeng dari siapa? Dan kalau cuma bermodalkan doa, mungkinkah itu cukup?” Namun sebelum sempat tenggelam dalam keluhan panjang, aku disadarkan oleh sosok yang paling dekat dan paling nyata: Ayah. Ayah bukan seorang motivator dari panggung besar. Ayah hanyalah seorang kuli tinta, seorang ayah biasa dengan motor Vespa tua dari tahun ‘80‑an yang setia menemani langkahnya setiap hari. Profesi itu memang tak pernah luput dari cibiran, tetapi ayah tak pernah bergeming. Ayah berkata: “Yang paling penting bukan soal gengsi, tetapi soal kerja yang halal dan kesungguhanmu menjalaninya.” Saat itu, ayah juga berkata pada kami, “Jangan kerja cuma buat gengsi, kerja saja apa pun itu jadi pedagang, kerja serabutan, wirausaha, honorer, bahkan karyawan...
Komentar
Posting Komentar