Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Andai Aku Tidak Berlayar

Gambar
"Kadang hidup menuntun kita pada jalan yang kita kira penuh cahaya, namun ternyata justru menyimpan badai di ujungnya. Kita berani bermimpi, berani melangkah, tapi tidak pernah tahu harga yang harus dibayar.  Cerita ini adalah tentang Lesmana, seorang sahabat yang pernah berani mengejar mimpi berlayar mengelilingi dunia, namun harus belajar menemukan arti kebahagiaan dari tanah tempat ia kembali berpijak. Sebuah kisah tentang penyesalan, keteguhan, dan penerimaan, yang mengingatkan kita bahwa tak semua pelayaran berakhir di pelabuhan yang kita harapkan." Di bawah terik matahari Bandar Lampung, di sela-sela rak minimarket tempatku dulu bekerja, ada satu nama yang tak pernah pudar dari ingatanku: Lesmana. Ia dulu juniorku. Wajahnya selalu ceria, penuh semangat, langkahnya ringan seolah dunia begitu ramah padanya. Belum setahun bekerja, ia sudah dipromosikan jadi Asisten Kepala. Kami sering bercanda, dan aku selalu kagum pada caranya menatap masa depan. begitu berani, begitu yak...

Devil Beside Relationship

Gambar
☆Cerpen Kisah Rumah Tangga☆ Oleh : Yunia Haida "Hati-hatilah, sebab Dasim bersemayam di antara suami-istri yang lengah, membisikkan api pertengkaran hingga cinta suci berubah jadi kebencian. Dalam setiap rumah tangga, ada Dasim yang berusaha masuk lewat celah kealpaan. Maka doa dan kesabaran adalah benteng terkuat melawannya.” *** Di balik senyum hangat yang sering mereka pamerkan di media sosial, rumah tangga Hanisah dan Farhan menyimpan luka yang tak pernah selesai. Hanisah adalah seorang ibu rumah tangga yang tabah. Setiap hari ia bangun lebih awal, menyiapkan sarapan, memastikan rumah tetap rapi, mengasuh anak-anak dengan sabar.  Ia menunda mimpinya agar suaminya bisa fokus bekerja. Namun, semakin ia berkorban, semakin Farhan menjauh. Di meja makan, Hanisah sering menyapa, “Mas, sarapannya sudah siap.” Tapi Farhan hanya menjawab singkat tanpa menatap, “Ya.” Bukan karena Hanisah kurang cantik, bukan pula karena ia tak pandai mengurus rumah. Ada iblis kecil yang menyusup diam-di...

Menikah, Pendidikan, dan Peran Ibu Rumah Tangga

Gambar
Bagi sebagian orang, menikah seakan menjadi penghalang bagi wanita untuk meraih impiannya. Seolah pernikahan hanya akan menjadikan perempuan sebagai ibu rumah tangga, lengkap dengan cibiran tetangga yang kerap menjatuhkan semangat. Tak jarang muncul komentar pedas seperti:  “Siapa suruh nikah dulu, jadi nggak bisa kerja, nggak bisa lanjut kuliah, cuma jadi ibu rumah tangga padahal sudah sarjana.” Pertanyaannya, apakah salah jika seorang perempuan berpendidikan tinggi pada akhirnya memilih menjadi ibu rumah tangga penuh waktu? Menurut saya, sama sekali tidak. Masalahnya terletak pada cara kita memaknai pendidikan formal. Pendidikan tinggi kerap diidentikkan dengan karier elite dan jabatan prestisius. Padahal, kuliah adalah salah satu cara menuntut ilmu untuk menunjang tugas-tugas besar di masa depan bukan semata demi profesi, tetapi juga demi menjadi pribadi yang menginspirasi. Tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga mencetak hebatnya generasi. Menjadi ibu adalah amanah yang muli...

Ketika Dunia Tak Lagi Ramah: Refleksi tentang Kekerasan terhadap Perempuan dan Pentingnya Self Defense

Gambar
Setiap kali membuka berita, rasanya dunia semakin menyesakkan napas. Kisah perempuan yang menjadi korban kekerasan, pelecehan, pemerkosaan, hingga pembunuhan terus berdentang seperti alarm yang tak pernah berhenti. Sebagian kita hanya bisa mengelus dada, lalu bergumam, “Kasihan sekali… semoga pelakunya tertangkap.” Namun, di balik headline itu ada air mata keluarga yang tak terlihat, ada trauma yang tak tersentuh, dan ada rasa takut yang mengendap di hati perempuan lain, seolah dunia ini tak lagi aman untuk mereka. Kasus demi kasus terus terjadi, baik di jalanan sepi, di transportasi umum, bahkan di tempat yang seharusnya aman: rumah, kos, atau mess pekerjaan. Tragisnya, tak jarang pelaku justru adalah orang terdekat :pacar, teman, bahkan suami sendiri. Pertanyaannya, sampai kapan perempuan hanya menjadi korban? Apakah kita hanya akan berdoa dan berharap pada keadilan yang lambat datangnya? Atau sudah saatnya kita mengambil langkah melindungi diri sendiri? Mengapa Self Defense Sangat P...

Jeratan Digital: Ketika Pinjol dan Judol Merampas Akal Sehat

Gambar
☆Refleksi Kritis Maraknya Pinjol dan Judol☆ Indonesia sedang menghadapi darurat finansial sosial yang mengkhawatirkan. Bukan karena resesi global, melainkan karena dua musuh senyap yang menyusup melalui gawai di genggaman: pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Data OJK mencatat lebih dari 19 juta akun pinjol aktif di Indonesia, banyak di antaranya terjebak utang bunga tinggi. Sementara kerugian akibat judol mencapai Rp327 triliun setahun.  melibatkan pelajar, ibu rumah tangga, hingga ASN. “Banyak yang tahu itu salah, tapi rasa putus asa seringkali lebih kuat dari logika.” Di balik kemudahan teknologi, ada jebakan sunyi bernama pinjaman online dan judi online. Sekali klik, semuanya terasa ringan hingga akhirnya jiwa yang terasa berat. Tak sedikit yang kehilangan harta, nama baik, bahkan kewarasan karena berharap solusi cepat dalam tekanan ekonomi. Padahal, solusi kilat seringkali justru jalan pintas ke jurang kehancuran. 📍 Data dan Fakta Berdasarkan data Otoritas Jasa K...

Dress Well: Cara Menghargai Diri Sendiri

Gambar
“Cara kita berpakaian adalah cara pertama dunia mengenal siapa kita.” Kalimat itu pernah saya baca dari buku pengembangan diri, dan sejak saat itu saya menyadari, bahwa berpakaian bukan sekadar soal estetika, tapi cerminan bagaimana kita memandang dan menghargai diri sendiri. ✦ Mengapa Penampilan Penting? Kita hidup di dunia visual. Suka atau tidak, penampilan sering kali menjadi jendela pertama yang dibuka orang sebelum mengenal isi hati atau kemampuan kita. Terlebih saat berada di ruang publik: kantor, rumah sakit, sekolah, atau bahkan warung kopi. Penampilan yang rapi, nyaman, dan sedap dipandang bukan hanya membuat kita percaya diri, tapi juga membuat orang lain merasa nyaman berada di dekat kita. Namun, berpakaian baik bukan berarti mahal. "Dress well" artinya mengenakan pakaian yang bersih, cocok dengan situasi, dan mencerminkan siapa diri kita. Saat kita berpakaian dengan sepenuh hati, secara tidak langsung kita sedang berkata pada dunia, “Aku menghormati diriku. Aku l...

Ketika Dunia Terlalu Dini Menyentuh Anak Kita: Refleksi tentang Child Grooming

Gambar
Di tengah derasnya arus digital, kita sering kali lupa bahwa tidak semua tangan yang terulur adalah untuk menuntun. Tidak semua perhatian adalah kasih sayang. Kadang, yang terlihat ramah, justru menyimpan niat gelap. Dan anak-anak kita, yang polos dan haus validasi, bisa jadi mangsa dari senyum yang tampak manis di layar kaca atau layar ponsel mereka. Di balik pujian dan pesan-pesan manis, bisa saja tersembunyi niat jahat yang tak kasat mata itulah child grooming , kejahatan yang membungkus dirinya dalam kehangatan semu. Apa Itu Child Grooming? Child grooming bukan sekadar kejahatan, tapi tipu daya yang menjebak. Ia adalah proses manipulatif, dimana pelaku perlahan-lahan membangun kepercayaan, membuat anak merasa spesial, dipahami, bahkan dicintai. Sampai suatu hari… anak itu tak lagi sadar bahwa ia sedang dimanfaatkan. Pelaku membangun kepercayaan dengan anak-anak secara perlahan, menciptakan relasi emosional yang palsu, dan memanipulasi mereka untuk memenuhi kebutuhan si pelaku baik ...

Menikah di Usia Matang: Pilihan yang Penuh Kesadaran

Gambar
Aku tak menyesal menikah di usia yang bagi sebagian orang mungkin dianggap “terlambat.” Karena bagiku, cinta bukan soal cepat-cepatan. Dan pernikahan bukan garis akhir dari kegelisahan sosial bernama kapan nikah. Di usia dua puluhan akhir, ketika banyak temanku sudah mempersiapkan pesta pernikahan atau menimang anak, aku masih duduk di bangku kuliah, menyelesaikan mimpi yang tertunda karena kenyataan hidup. Tak jarang, langkah ini membuatku jadi bahan bisik-bisik. Katanya aku terlalu berani, atau mungkin… terlalu lambat. Aku diam, menahan. Tapi tak pernah merasa gagal. Karena di balik langkah pelan itu, ada tekad yang kuat: untuk menyiapkan diriku sebaik-baiknya, bukan demi siapa-siapa, tapi agar aku bisa mencintai seseorang dengan cara yang dewasa. Di usia ini, aku telah lebih jernih memahami diriku sendiri. Telah melewati badai, luka, kecewa, juga ragu. Dan dari semua itu, aku belajar:  " menikah bukan tentang mencari pelengkap, tapi tentang menjadi pribadi yang sudah utuh, aga...

Refleksi Pejuang Garis Dua: Antara Nyinyir dan Dukungan Nyata

Gambar
☆Sebuah Tulisan Refleksi☆ Oleh : Yunia Haida Garis Dua Bukan Soal Keberuntungan, Tapi Perjuangan Menjadi pejuang garis dua bukan sekadar tentang dua garis merah pada alat uji kehamilan. Itu hanyalah simbol kecil dari perjuangan besar: rangkaian doa, pemeriksaan medis, rutinitas hormonal, hingga air mata yang jatuh tanpa suara setiap datang bulan. Di Indonesia, perjuangan itu kerap terasa lebih berat. Bukan hanya karena faktor medis, tapi juga karena lingkungan sosial yang tak ramah. Pertanyaan-pertanyaan yang terasa "biasa" bagi orang lain, bisa menjadi belati bagi pasangan yang sedang berjuang: "Sudah isi belum?" "Kok belum punya anak juga?" "Kenapa gak coba bayi tabung aja?" Padahal, tak semua pertanyaan harus diajukan. Dan tidak semua perjuangan harus diumumkan. Privasi Pejuang yang Sering Terluka Di negeri ini, privasi sering kali menjadi barang mewah. Masyarakat masih gemar mencampuri ranah pribadi dengan label “peduli”.  Padahal yang mereka...

Pentingnya Mengenalkan Anak tentang Menjaga Diri dari Pelecehan Seksual Sejak Dini

Gambar
Sex Education: Pentingnya Mengenalkan Anak tentang Menjaga Diri dari Pelecehan Seksual Sejak Dini Saat memegang tangan mungil anak kita, pernahkah terlintas pertanyaan di benak: “Sejauh mana aku siap membekali mereka dengan nilai-nilai untuk menjaga diri dari bahaya di luar sana?” Sering kali, pembicaraan soal seksualitas dan tubuh dianggap tabu, bahkan di dalam rumah sendiri. Ada anggapan bahwa topik ini belum waktunya diajarkan pada anak-anak. Namun zaman terus berubah, dan kebutuhan itu bukan soal pilihan, tetapi soal kebutuhan yang tak dapat ditunda. Anak-anak tumbuh bersama teknologi, dengan akses informasi dari berbagai sudut yang belum tentu dapat dikontrol sepenuhnya oleh orang tua. Maka dari itu, memberi bekal sex education bukanlah soal memaksa anak tumbuh lebih cepat dari usianya, tetapi soal memberi mereka kekuatan, kesadaran, dan keberanian untuk menjaga tubuh dan martabat mereka sendiri. Mengapa Sex Education Itu Penting? Penelitian dan pengalaman dari para praktisi menun...

Pak Tani dan Ikan Ajaib

Gambar
 ☆Original Dongeng Oleh Yunia Haida☆ Di sebuah desa yang damai, hiduplah seorang petani tua yang biasa dipanggil Pak Tani. Setiap hari, Pak Tani bekerja keras mencangkul sawah dan menyiram tanaman.  Meski hidupnya sederhana, Pak Tani adalah orang yang jujur dan baik hati. Suatu siang, matahari bersinar terik. Pak Tani duduk di gubuk kecil di pinggir sungai untuk beristirahat.  Ia menatap air sungai yang tenang sambil melamun. "Andai saja aku punya sedikit uang lebih," gumamnya lirih. "Aku ingin memperbaiki rumah, membeli pupuk, dan membantu tetangga yang kekurangan." Tiba-tiba, "Plung!" terdengar suara cipratan air. Pak Tani terkejut dan menoleh. Seekor ikan berwarna emas muncul dari air, dan yang lebih mengejutkan lagi ikan itu bisa bicara! "Halo, Pak Tani!" kata si ikan sambil tersenyum. Pak Tani mengucek matanya. "A-apa aku sedang bermimpi?" "Bukan, Pak Tani. Aku ikan ajaib. Aku tahu engkau selalu bekerja keras dan tetap bersyuk...

Kata Pertama

Gambar
☆Original Cerpen Oleh Yunia Haida☆ Hujan turun pelan di sore hari saat Lela memandangi baju-baju bayi yang tersimpan rapi dalam lemari. Sudah hampir lima tahun usia pernikahannya dengan Dimas, dan belum juga ada tanda-tanda kehadiran buah hati. Padahal setiap tahun, setiap momen perayaan, yang mereka terima bukan ucapan selamat, melainkan pertanyaan menyakitkan. "Udah lima tahun, kok belum isi juga, Bu? Jangan-jangan kurang dirawat tuh suaminya." "Atau mandul?" Kalimat-kalimat itu bagai tusukan-tusukan halus yang menusuk dada. Setiap pulang dari arisan RT, mata Lela selalu sembab. Dan Dimas, sang suami, hanya bisa memeluknya dalam diam. Suatu malam, Lela menangis pelan di balik selimut. Dimas, yang merasakan tubuh istrinya gemetar, langsung memeluknya erat. "Mas... apa kita memang nggak pantas jadi orangtua?" tanya Lela lirih, suaranya nyaris hilang ditelan isak. "Bukan mereka yang menentukan kita punya anak atau tidak, Dek," ucap Dimas lembut, m...

Luka yang Mengantar Hijrah

Gambar
“ Kadang, mimpi yang tertunda bukan akhir dari segalanya. Allah hanya ingin menggantinya dengan sesuatu yang lebih indah, di waktu yang lebih tepat.” *** “Arsyifa kecil selalu ingin jadi model,” gumamnya sambil membenahi scarf pashmina berwarna pastel di depan cermin. Di rak-rak belakangnya, deretan baju rancangan sendiri tertata rapi. Busana muslimah modern dengan sentuhan vintage yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di Instagram. Tak ada yang menyangka, seorang gadis pendiam yang dulu selalu menunduk karena malu dengan kakinya, kini berdiri percaya diri di panggung modest fashion lokal. Namun tak semua orang tahu luka di balik senyuman itu. Luka yang bermula di halaman sekolah dasar, saat ia duduk di kelas lima. Hari itu, anak-anak sedang merayakan akhir semester. Ramai dan gaduh seperti biasanya. Cindy dan Meldy, dua anak paling usil di kelas, membawa beberapa batang mercon. “Hei Syif, mau lihat kembang api meledak di dekat kakimu?” ejek Cindy sambil tertawa. Sebelum Arsyifa s...