Why I Have Anxiety
☆Original Cerpen ☆ Karya: Yunia Haida Aku pernah mengira, hidupku akan selalu dikelilingi luka. Bahwa rasa takut, cemas, dan trauma akan menjadi teman selamanya. Tapi kemudian, aku bertemu cinta yang tak lari, pelukan yang tak menuntut, dan hari-hari yang tak lagi terasa menyesakkan. Ini kisah tentang sakit yang kupeluk, dan cinta yang menyembuhkannya pelan-pelan. --- Bab 1: Luka Pertama Bernama Ejekan Dari kecil, aku sudah paham rasanya jadi bahan tertawaan. Di sekolah dasar, aku dijuluki dengan panggilan aneh, pendiam, tak punya gaya. Bahkan guru pun tak jarang menyepelekan pendapatku. Aku belajar bertahan, tapi bukan karena aku kuat. Aku hanya tidak punya pilihan. Aku menyimpan semuanya sendiri. Air mataku jatuh diam-diam, di bawah bantal, di toilet sekolah, atau saat naik sepeda saat pulang sambil menunduk. Dari SD, SMP, hingga SMA, bullying terus mengikuti. Bentuknya berubah, tapi rasanya tetap sama: menusuk. --- Bab 2: Di Balik Senyum Kasir Usia 18 adalah titik jatuhku. Tubuhku l...